Waktu Makin Cepat, Kiamat Makin Dekat

Banyak yang mengatakan bahwa kini waktu terasa lebih cepat daripada dulu. Katanya, dulu sehari bisa melakukan banyak hal dan masih sempat untuk bersantai. Tapi, sekarang baru makan dan belajar atau bekerja sebentar saja, tiba-tiba malam menjelang. Setelah sedikit beraktivitas di malam hari dan tidur sejenak, pagi telah datang. Hari pun berganti. Baru sesaat, akhir pekan sudah menghampiri. Tak lama kemudian, datanglah bulan baru. Lalu, tahun pun berlalu.

Rasanya baru kemarin sahur dan berbuka di bulan Ramadhan, sekarang sudah tanggal 1 Rajab, dua bulan menjelang Ramadhan lagi. Alangkah cepatnya waktu berlalu. Apakah ini perasaan saja?

Jika yang merasa waktu berjalan lebih cepat ini hanya satu atau dua orang, mungkin itu hanya perasaannya. Tapi, banyak orang yang menyatakan bahwa waktu berlalu dengan cepat. Hal itu tidak salah. Waktu memang terasa lebih singkat dan ini merupakan salah satu tanda kiamat sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu anhu.

Hari kiamat tak akan datang kecuali waktu semakin singkat. Penyingkatan ini terjadi sedemikian cara seperti satu tahun yang berlalu seperti sebulan, dan sebulan yang berlalu seperti seminggu, dan seminggu berlalu seperti satu hari, dan satu hari yang berlalu seperti satu jam, dan satu jam yang berlalu seperti secepat kilat.” (Tirmidhi, Zuhd: 24, 2333).

Jadi, penyingkatan waktu ini merupakan salah satu tanda kiamat sudah dekat dan hal tersebut telah disebutkan oleh Rasulullah SAW sejak 14 abad yang lalu. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya mulai saat ini juga.

Dengan terasa cepatnya waktu berlalu, banyak hal yang seharusnya dilakukan, belum sempat dikerjakan. Terkadang jadwal sudah disusun mengenai apa saja yang harus dilakukan, tapi pada praktiknya masih ada saja yang belum terlaksana. “Al-wajibatu aktsaru minal auqat.” Begitu kata Hasan al-Banna. Artinya, kewajiban yang harus dikerjakan lebih banyak daripada waktu yang tersedia.

Ya, memang tugas-tugas yang harus dikerjakan ada banyak sekali, bahkan lebih banyak daripada waktu yang ada. Tapi, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran untuk melalaikan kewajiban dengan alasan masih harus melakukan pekerjaan yang lain. Sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi, manusia harus tetap berusaha menjalankan kewajiban dan tugasnya dengan maksimal. Jika sudah berusaha melakukan sebaik mungkin, tapi masih ada yang belum terlaksana, insya Allah masih ada esok hari.

Apalagi, saat ini waktu rasanya berjalan cepat, 24 jam terasa begitu singkat, dan ini merupakan salah satu tanda kiamat. Hal ini seharusnya memotivasi kita agar pandai-pandai mengatur dan memanfaatkan sebaik-baiknya setiap detik yang tersisa dalam hidup kita untuk urusan dunia dan yang lebih penting tentunya untuk kehidupan akhirat.

Saya pun masih belajar untuk itu dan masih sering melakukan kesalahan. Mari bersama-sama belajar menjadi lebih baik. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita. Amin.